Disqus Shortname

sigma-2

Kecerdasaan Buatan - Metode Goal Stuck Planning

Nama : Resdian Galih P
NIM : 1630511003

1. Pengertian Goal Stuck Planning
       adalah Dalam menyelesaikan sebuah masalah, GSP menggunakan sebuah stack untuk menampung kondisi-kondisi (kondisi goal dan kondisi-kondisi yang mungkin terjadi ketika pencarian solusi) dan operator-operator yang telah diajukan untuk memenuhi kondisi-kondisi tersebut.
2. Fungsi


3. Langkah - Langkah Kerja
 a.  Langkah pertama GSP dalam menyelesaikan sebuah masalah adalah menempatkan kondisi-kondisi goal-state pada stack. Kondisi-kondisi tersebut akan disimpan di dalam sebuah slot stack.
 b.  Langkah kedua, mengacu pada current -state, kondisi-kondisi goal-state yang belum tercapai dimasukkan ke dalam stack, masing-masing menempati sebuah slot. GSP tidak memiliki aturan khusus yang mengatur urutan pemasukan ke dalam stack dari kondisi-kondisi yang belum tercapai tersebut.
c. Langkah ketiga, slot terisi yang berada paling atas pada stack akan diperiksa. Hal-hal yang akan dilakukan bergantung pada kondisi slot tersebut. Kondisi yang mungkin terjadi pada slot tersebut adalah sebagai berikut:
Kondisi 1
Jika slot berisi kondisi yang sudah memenuhi current -state, tetapi slot tidak terletak di dasar stack dan juga tidak terletak di atas slot yang berisi operator, maka isi slotakan di-pop dari stack dan pemeriksaan dilanjutkan pada slot berikutnya.
Kondisi 2
Jika slot berisi kondisi yang belum memenuhi current –state maka isi slot akan di-pop dari stack. Kemudian, sebuah operator yang sesuai untuk mencapai kondisi tersebut akan dimasukkan ke dalam stack. Setelah itu, serangkaian kondisi yang dibutuhkanagar operator itu bisa diaplikasikan akan dimasukkan ke dalam sebuah slot stack. Selanjutnya, setiap kondisi dari rangkaian kondisi yang dibutuhkan operator agar dapat diaplikasikan tersebut akan dimasukkan ke dalam sebuah slot secara terurut, dimana kondisi yang harus dicapai paling akhir dimasukkan pertama kali.
Kondisi 3
Jika slot berisi kondisi atau rangkaian kondisi dan slot tersebut berada di atas slot yang berisi operator, maka isi slot teratas dari stack tersebut akan di-pop. Kemudian, operator pada slot berikutnya akan di-pop dan dimasukkan ke dalam antrian operator dalam rencana penyelesaian dan current –state di-update dengan mengaplikasikan operator tersebut pada current –state berdasarkan daftar-PAD.
Kondisi 4
Jika slot yang diperiksa adalah slot terdasar maka akan diuji kesamaan antara current – state dan  goal-state. Jika sama (berarti goal-state telah tercapai) maka isi slot akan di- pop dan pencarian rencana penyelesaian dihentikan. Jika berbeda (goal-state belum tercapai) maka langkah ke dua diulangi. Jika kondisi yang terjadi bukan kondisi 4,setelah rangkaian tindakan yang bersesuaian dilakukan, langkah ketiga diulangi
GSP mungkin menemui jalan buntu yang disadari (meningkatkan biaya komputasi) atau pun yang tidak disadari (membuat rencana penyelesaian tidak efisien). Jalan buntu yang tidak disadari disebabkan karena GSP tidak memiliki aturan untuk mengurutkan pemasukan kondisi goal-state yang belum tercapai ke alam stack (langkah ke-2).
4. Contoh Kasus
Contoh aplikasi goal stack planning adalah the block world, lengan robot yang bekerja memindahkan block
3
Dalam the block world terdiri dari operator dan predicate:
   #Predicate:
ON(A,B) – Block A berada di atas block B
ONTABLE(A) – Block A berada di table/meja
CLEAR(A) – Di atas block A tidak terdapat block lain
HOLDING(A) – lengan holding/memegang block A
ARMEMPTY – lengan kosong(tidak memegang block apapun)
   #Operator:
STACK(A,B) – Menumpuk block A di atas block B. Dengan kondisi awal HOLDING(A) dan CLEAR(B)
UNSTACK(A,B) – Mengambil block A dari atas block B. Dengan kondisi awal ARMEMPTY dan CLEAR(A)
PICKUP(A) – Mengambil block A dari atas meja dan memegangnya. Dengan kondisi awal ARMEMPTY dan CLEAR(A)
PUTDOWN(A) – Menaruh block A di atas meja. Dengan kondisi awal HOLDING(A)
Contoh Soal:
3
state diurutkan dari kiri bawah:

start state: ONTABLE(A) ON(C,A) CLEAR(C) ONTABLE(B) CLEAR(B) ARMEMPTY
goal state: ONTABLE(C) ON(B,C) ON(A,B) CLEAR(A) ARMEMPTY

1. 3
Step pertama adalah menentukan operator apa yang dipakai untuk mendapatkan state kiri bawah goal(ONTABLE(C)). Di atas setiap operator merupakan pre condition sebelum operator dijalankan, sedangkan di bawahnya post condition setelah operator dijalankan. Setelah itu cocokkan pre condition teratas dengan start state.

2. 3
Clear(C) dan Empty merupakan pre dan post condition yg saling berhubungan, maka dapat dihubungan dengan garis panah

putus-putus. Sedangkan Clear(B) dan Clear(A) tidak memiliki pasangan post conditionnya, maka kita tandai dengan oval

3. 3






Ketika sudah selesai, maka kita hubungkan semua operator mulai dari kiri atas. Itulah langkah-langkah untuk mengubah urutan start state menjadi goal state


 5 Referensi



0 komentar:

Posting Komentar